Jakarta - Tujuan dilaksanakannya puasa menurut Islam telah jelas disebutkan dalam firmanNya surat Al Baqarah ayat 183. Disebutkan di dalamnya tujuan puasa untuk menjadikan seseorang bertakwa. Berikut bacaannya, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sesungguhnya itu Jibril, dia datang untuk mengajari manusia perkara agamanya.'. "Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik." (QS. Saba'/34: 39) Sufyan bin 'Uyainah meriwayatkan dari Ibrahim At-Taimy: Aku membayangkan diriku sedang Puasa nazar wajib dilakukan ketika seorang hamba meminta serta berjanji akan sesuatu hal kepada Allah SWT. Puasa ini bisa satu hari atau hingga satu bulan. Contoh dari pelaksanaan puasa ini adalah ketika seseorang meminta sesuatu dengan mengatakan, "Ya Allah, apabila aku berhasil mendapatkan nilai sempurna, maka aku akan melaksanakan puasa." .

puasa untuk meminta sesuatu kepada allah